Masihkah Senyum Itu Untukku

Karya Hendra Veejay

Kuhadirkan kau ke dalam mimpi ini
Untuk setia mendengar cerita perjalananku
Tapi sampai saat ini kau hanya tersenyum
Padahal aku ingin kau menjawab
Mengapa aku masih harus mencintai kebaikan
Yang pada akhirnya juga akan sirna…

Sebait kata yang tertera pada sampul novel romantis itu menggambarkan judul buku, Masihkah Senyum Itu Untukku. Penggambaran yang manusiawi untuk sebuah kisah cinta. Kisah yang menautkan hati seorang Afrina Zakiah, perempuan gamang, dengan seorang Indra, muallaf introvert. Kini, biar rangkaian kata meringkas isi buku itu sebelum diulas sesuai kaidah resensi (halah..)

Adalah seorang Zaki yang masih menyimpan rasa terhadap seorang ikhwan di kampus, Irwan namanya. Hanya saja ikhwan tersebut suatu hari melamar sahabatnya dan keduanya menikah. Meninggalkan luka pada Zaki. Tapi, tak ada yang bisa disalahkan akan rasa hati. Zaki memutuskan untuk pulang kampung, cuti semester. Ia ingin menenangkan hatinya. Namun, di kampungnya ia dapati sesorot mata mirip Irwan, sorot mata yang seakan menjanjikan perlindungan. Pemilik sorot mata juga menyatakan rasa yang ada di hatinya pada Zaki. Keduanya menjalani rutinitas ‘pacaran islami’ yang secara logika syari’at tak dapat diterima.

Ketika semester baru akan dimulai, Zaki pergi dari kampungnya, meninggalkan Indra, pemilik sorot mata. Dalam perpisahan jarak itu keduanya saling mengucap dan mengungkap janji. Zaki dalam kegamangan yang semakin menama kala ia ada di kampusnya, di lingkungan saudara-saudara ikhwahnya. Akhirnya, meski cinta yang Zaki miliki terus mengada, tapi Zaki memutuskan untuk tak melanjutkan kisah cintanya dengan Indra.

Alur kisah yang dibuat sedemikian rupa sehingga pembaca tak merasa berjarak dengan tokoh (saya menangis meski bukan untuk kedua atau ketiga kalinya membaca….hiks…). Manusiawi sekali penggambaran hati Zaki dan Indra. Mungkin sekali ini kisah cerita yang terlihat picisan. Tapi, jangan lihat justifikasi dari segi syari’at. Lihatlah kisah ini dari segi kemanusiaannya. Bukan ingin mencari pembenaran, tapi sungguh seorang ikhwah sebaik apapun akan lemah kala berhadapan dengan hati. Sering kita berucap,”Putuskan atau lanjutkan sesuai syari’at” tapi perlakuannya tak semudah perkataan….

Untuk sastrawan atau yang suka pada sastra, saya anjurkan membaca buku ini. Subhanallah, indah! Bukan kisah dan sikap Zaki atau Indra yang memanggil CINTA pada masing-masing, tapi penggambaran dan penyikapannya. Mengajak kita agak keluar dari saklek nya sikap kita. Lebih memahami hati, itu intinya.

Iklan

9 Tanggapan

  1. terimakasih, sekarang saya sudah selesai membuat lanjutannya, doakan semoga bisa cepat terbit…

    salam kenal…

    • Wah kang hendra komentar euy..
      Saya tunggu kelanjutannya 🙂

    • okeh……..selalu aku tumggu novelmya…

    • asslm…
      kang hendra saya adie…sbelum nya saya mau curhat dulu ni pertamakali saya beli buku ini ketika saya duduk di bangku kuliah smster-4, hampir tiap minggu saya membaca novel ini berulang” tapi luarbiasanya saya tidak pernah merasa bosan. yang jadimasalah sekarang…novel itu hilang oleh teman saya kang..trus saya sudah mencari kmana-mana tpi sudah tidak ada yng jual lagi.
      klo berkenen kira-kira kang hendara masih punya stok ga ya ato punya refrensi dimana saya bisa dapatkan. email : adie_wijaya04@yahoo.co.id

      trimakasih kang…

    • dtunggu lanjutannya mas hen

  2. yupz..mw juga dung novelnya?…trimz..

  3. mas adie wijaya
    nasib kita sama neh…buku ku jg hilang dipinjem temen…
    kalo ada info dmn harus ngedapatinnya
    mohon info d fbku yah…
    ukhti.nuraini@yahoo.co.id
    aku udah add fb nya mas itu…
    makasih..salam knl..^_^

  4. mas hendra. saya mu nanya. d mana skrang saya dpt novlnya, sya carike mana2 tdk ktmu mhon bantuannya..
    mohon info d fb?/ imael Q,,
    amienm12@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: