Pudarnya Pesona Cleopatra

cleopatra
Penulis : Habiburrahman El Shirazy
Cetakan : II, Februari 2006
Jumlah Halaman : 111
Penerbit : Republika
Harga : Rp 21.000
ISBN : 979-3604-00-x

Kali ini akan sedikit membahas tentang resensi buku yang benar-benar bagus (paling tidak menurut saya). Judul bukunya lumayan unik dan kurang menjual sepertinya. PUDARNYA PESONA CLEOPATRA, begitu judul bukunya. Waktu melihat buku novel mini ini saya tertarik bukan karena judulnya, tapi lebih tertarik pada nama si penulis. HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY, si penulis best seller novel Ayat-ayat Cinta.

“Tak terasa air mataku mengalir, dadaku sesak oleh rasa haru yang luar biasa. Tangisku meledak. Dalam isak tangisku semua kebaikan Raihana selama ini terbayang. Wajahnya yang teduh dan baby face, pengorbanan dan pengabdiannya yang tiada putusnya, suaranya yang lembut, tangisnya mengalirkan perasaan haru dan cinta. Ya cinta itu datang dalam keharuanku. Dalam keharuan terasa ada hawa sejuk turun dari langit dan merasuk dalam jiwaku. Seketika itu pesona kecantikan Cleopatra memudar…”

Itulah sedikit cuplikan yang ada dalam novel mini ini. Ada dua pemeran utama dalam novel ini. Pria yang memperistri wanita bernama Raihana tanpa ada cinta pada awalnya, karena pernikahan mereka hanyalah sebatas ibadah kepada orang tua. Raihana digambarkan sebagai seorang wanita yang cantik, berjilbab rapi, dan hafidz Al Qur’an. Perawakannya semampai lagi lembut pribadinya. Ia mencintai suaminya sepenuh hati walau sang suami belum bisa mencintainya.

Hampir mirip dengan novel Ayat-ayat cinta, novel ini juga mengambil tema cinta sebagai inti permasalahannya. Penulis juga kembali mengajak kita sedikit berkhayal tentang Mesir dan negeri Andalusia.

Dalam novel ini terdapat satu lagi judul, yaitu SETETES EMBUN CINTA NIYALA. sebuah kisah akhwat lulusan Fakultas Kedokteran di salah satu Universitas negeri di Jakarta. Dalam kisahnya digambarkan akhawat bernama Niyala yang selepas lulus dari kuliahnya harus kembali kedesa dan menikah dengan lelaki yang memiliki piutang kepada ayahnya. Demi melunasi utang ayahnya sebesar delapan puluh juta rupiah, Niyala harus menggadaikan dirinya kepada lelaki yang dulu pernah berusaha memperkosanya.

“Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal.” Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman. (QS. Al Furqaan 65-66)

Banyak hal yang menarik dari kedua cerita dalam satu novel ini. Kemampuan sang penulis untuk membuat deskripsi dalam otak kita dan membawa kita ke alam khayalan sangat patut diacungi jempol. Disisipi dengan ayat-ayat Al Qur’an dan Ending dari masing-masing cerita pun tidak terduga-duga. Ana pribadi bisa membaca novel mini 111 halaman ini dalam waktu kurang dari dua jam.

Novel ini bagus untuk mengisi waktu luang dan untuk sedikit memuhasabah diri. Apalagi novel ini sangat cocok “Untuk mereka yang bersalah karena menganggap kecantikan adalah segalanya.”

Iklan

Satu Tanggapan

  1. saia pernah membaca buku itu,,iyah sangat mengharukan…

    kadang kita tdk bersyukur dgn apa yg sudah kita miliki sampai kita kehilangannya baru kita sadar 😦

    pelajaran itu yg benar2 mengena sekali.

    gut posting sob,,keep wRiting!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: